Take Action!

GYA Talks

Write Your Action !

Super Camp of Timika Students

Changemaker: Diana Kusumawardani

Diana Kusumawardani, atau yang akrab di sapa Diana, merupakan changemaker dengan menjalankan gerakan mengajar anak-anak Papua untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Programnya bernama SCOTS (Super Camp of Timika Students). Program ini sudah berjalan selama dua tahun. Untuk pendanaan berasal dari PT. Freeport Indonesia yang disalurkan melalui Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro  (LPMAK). Pesertanya yakni siswa kelas XII SMA, dan untuk saat ini masih di khususkan untuk peminatan MIPA.

Goals utamanya supaya anak-anak Timika bisa masuk PTN dengan jurusan yang relevan. Jangka panjangnya mereka bisa masuk Freeport dan jadi pegawai manajerial disana,” ungkap alumni Institut Teknologi Bandung ini. Kegiatan yang dilakukan berupa membina dan mendampingi siswa belajar selama sebelum Ujian Nasional (UN) sampai setelah UN. Sebelum UN, para pendampinglah yang datang ke tempat siswa berada. Pesertanya yaitu anak SMA asal Timika yang bersekolah di Semarang dan Lokon. “Kita tiap weekend bolak balik ke dua tempat itu,” kata Diana.

Setelah mereka lulus, mereka akan dikumpulkan menjadi satu di Jakarta. Selanjutnya akan diberi intensive class, satu guru untuk mengajar dua orang. Mereka yang memiliki kemampuan sama akan dijadikan satu kelas, agar gurunya dapat menyesuaikan. “Kebetulan permintaan dari Freeport-nya sendiri mereka dianjurkan masuk Saintek supaya relevan dengan Freeportnya, jadi setelah lulus kuliah bisa kerja disana,” imbuhnya.

“Tercetus ide ini dari Pak Claus, dia alumni ITB teknik industri, dulu masih menjabat sebagai SPV sekarang udah jadi Direktur di Freeport,” terangnya. Program ini tercetus karena kekhawatiran dan keprihatinan tentang siapa yang akan melanjutkan, seperti yang kita tahu bahwasanya Freeport berdiri di tanah Papua namun pekerjanya kebanyakan non Papua. “Walaupun ada dari Indonesia bagian lain, namun ada baiknya masyarakat Papua juga terlibat di pengelolaannya,” tambahnya.

Tenaga pengajar merupakan lulusan UI, UGM, dan ITB. Mereka diambil dari guru SMA ternama di Jakarta. Guru sudah mempunyai kualitas yang bagus. Selain di biayai Freeport, tujuan utama program ini adalah untuk memperjuangkan hak para siswa di sana agar terjadi kesetaraan. Diana menambahkan, “mereka harus merdeka ditanah mereka sendiri, bisa menikmati hasil alam, dan menikmati hasil perusahaan yang ada di sana, dalam arti mereka menikmati apa yang di beri oleh Freeport, di fasilitasi, tapi alangkah lebih baik kalau mereka juga yang ikut mengelolanya.”

Peserta dalam program ini, untuk tahun lalu dari 3 peserta, 2 orang di terima di PTN. Sedangkan  untuk tahun ini mengalami kemajuan, dari 5 peserta, semuanya lolos. “Universitas yang di masuki juga beragam, ada yang ITB, Universitas Cendrawasih dan lolos ke jurusan Kedokteran, Teknik Mesin, Arsitektur. Di tahun ini, ada yang masuk Universitas Brawijaya,” pungkas Diana.

Changemaker: Annisa Dewanti Putri

Website: www.greentastik.wordpress.com

Bisa dibayangkan, jika satu orang membawa tumbler di kali asumsi sehari dia tidak membuang botol plastik. Dalam setahun dia sudah menyelamatkan 365 penggunaan botol plastik. Mengarah ke aksi nyata tersebut, penggunaan tumbler merupakan hal sederhana yang wajib dilakukan secara keberlangsungan.

Salah satu usaha mendukung terwujudnya SDGs, adalah project Green propaganda ke arah lingkungan. Gerakan ini di gagas oleh Annisa Dewanti Putri atau yang lebih akrab di sapa Dewan. Namun Dewan tidak sendiri, ia bersama dengan tiga rekannya, yaitu (1) Abdul Goffar Al Mubarok, Researcher di bidang Renewable Energy; (2) Janne Hillary, Researcher di Agricultur dan juga Ecotraveler yang bergerak di bidang traveling secara sustainable; (3) I Made Wahyu Wijaya, Researcher dan calon doctor dari Porto University yang memang Research fieldnya di Bidang Environmental Engineering. Dan, ia sendiri sebagai Civil Engineer sekaligus Urbanis yang juga mau melibatkan Sustainable City dalam Researchnya.

Bersama tim-nya, Dewan menjalankan platform bernama Greentastik Indonesia, postingannya dapat dilihat di instagram @greentastik_ . Fokusnya ke propaganda gerakan hijau (penggunaan tumbler dan gerakan kecil lainnya perihal edukasi). “Namun memang sekarang lagi berat ke arah Propaganda Riset di bidang lingkungan. Kita lagi mengusahakan untuk menerbitkan tulisan riset khusus bergerak di bidang lingkungan dalam enam bulan ke depan,” ungkap alumni Beijing Jiaotong University ini.

Ide Greentastik muncul berawal dari membuat platform kecil-kecilan dari propaganda positif tapi buat lingkungan sekitar yang sifatnya ajakan saja. “Kita berempat satu visi bagaimana cara mengembangkan Greentastik ini sebagai platform propaganda ketika sudah sampai di tanah air,” jelasnya. Di samping itu, background mereka yang sama membuat mereka berpikir untuk membuat wadah Greentastik ini lebih ke propaganda atau ajakan positif di mulai dari hal kecil dari orang sekitar kemudian merambah ke media sosial untuk menjadi wadah riset di bidang lingkungan khususnya untuk temen-teman yang masih muda.

“Sebenarnya kalau untuk implemented project kita masih on going nih, kemarin masih berupa research study dan propaganda media sosial,” ungkap Dewan, yang sekarang bekerja sebagai  Architecture Engineering di High Speed Railway. Ia menambahkan, sementara ini sedang digalakkan propaganda #TumblerChallenge sambil riset untuk terbitkan buku tentang Green Research yang lingkupnya di Sustainable Development Study. Gebrakannya nanti dalam 6 bulan ke depan kalau sudah ada produk bukunya baru propagandanya akan ke sekolah/institusi untuk di kampanyekan #TumblerChallenge dan mulai pakai tumbler kemana-mana. “Tumbler challenge pas di riset lumayan besar, kalau konten paling ada tiga yaitu: Platform research, Tumbler challenge, dan Propaganda positif,” pungkasnya.

Prospek kedepannya target fokus kampanye tumbler challenge selingkup Jawa dan Bali dulu. Harapan dari sana juga, masyarakat terutama pemuda yang lebih sering bepergian sadar bahwa dengan aksi kecil mereka ini (bawa tumbler) bisa punya butterfly effect yang besar selama hidupnya. “Semoga pun awareness kecil ini (Tumbler Challenge) bisa berlanjut jadi kebiasaan untuk lebih ke arah beat plastic lainnya,” tutupnya.

Kegiatan Asia Youth International Model United Nations

Changemaker: Aldy Nofansya

Instagram : @aldynofansyaaa

Mulai berkembangnya isu-isu global yang semakin kompleks, dan melihat rendahnya motivasi serta pola pikir yang cenderung konservatif. Generasi muda saat ini sangat sungkan melanjutkan pendidikan tinggi, hidup lebih layak, dan lain-lain. Cara untuk menjadi pemuda yang produktif adalah selalu memotivasi diri bahwa sebagai manusia sudah menjadi keharusan dan kewajiban untuk bisa memberikan manfaat kepada diri sendiri dan orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Aldy Novansya, mahasiswa Universitas Padjadjaran ini sedang menjalankan beberapa project kegiatan.

Saat ini, Aldy tergabung pada salah satu International Non-Governmental Organization (INGO) di International Global Network, dimana fokusnya pada Connecting Youth Leaders in The  World. “Kami menjalankan beberapa program internasional seperti Model United Nations (MUN), Youth Excursion, dan Conference, guna menjawab dan mencari berbagai macam solusi untuk berbagai permasalahan di dunia,” jelasnya.

“Untuk MUN itu kita ada 4 MUN dan salah satunya adalah Asia World MUN sebagai salah satu MUN ke 5 terbesar di dunia, ada juga Asia Youth International MUN, Global Goals MUN dan Bali Asia International MUN, untuk YouthEx ada yang di Tokyo, Kuala Lumpur, Seoul, tergantung fokus kajiannya, dan untuk Conference ada Asia Youth International Summit Conference”, tambah mahasiswa Hubungan Internasional ini.

Selain itu, Aldy juga aktif dalam kegiatan pengembangan karakter di kota asalnya, yaitu Ciamis. Ia membuat suatu project yang namanya “GenZ Basic Improvement Tatar Galuh”, semacam ruang lingkup atau platform diskusi bagi generasi Z di Kabupaten Ciamis dalam memicu diskursus kritisnya dalam mempersiapkan diri untuk berbagai macam isu dan tantangan global. Project yang baru di mulai awal tahun ini juga melibatkan banyak pihak seperti pemerintah kota melalui dinas terkait, serta para mahasiswa yang berasal dari Ciamis.

Karena sasarannya adalah pemuda-pemudi di seluruh dunia, maka ketika ia memposisikan dirinya sebagai mahasiswa, ia ingin bisa menjadi mahasiswa yang berguna bagi diri sendiri dan juga masyarakat di sekitarnya. “Saya selalu berusaha mencari kesempatan-kesempatan yang memang bisa meng-encourage diri saya untuk memberikan manfaat  kepada orang lain. Saya pribadi merasa lebih puas ketika goal setting saya itu bermanfaat untuk orang lain, itu yang memotivasi diri saya sendiri,” ungkapnya.

Jika dikaitkan dengan SDGs nomor 11 yaitu Sustainable Cities and Communities, project “GenZ Basic Improvement Tatar Galuh” lebih meningkatkan kapabilitas dari generasi mudanya secara infkusif dalam mendorong diskursus kritis dalam mempersiapkan diri terhadap tantangan global khususnya di daerahnya yaitu Ciamis, sehingga lebih siap dalam peningkatan pembangunan melalui daya intelektual.

Click to view

Upcoming GYA Talks

STAY TUNED!

We have more exciting webinars in the works! Follow us on social media @gyouthaction or subscribe to our YouTube channel to make sure you never miss out.

Podcast

Meet Your Hosts

Name

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Name

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Name

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Mentorship

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Heading

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

THE MENTORSHIP JOURNEY

CHAPTER 1

Know Yourself

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

CHAPTER 2

Know Yourself

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

CHAPTER 3

Know Yourself

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

CHAPTER 4

Know Yourself

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

CHAPTER 5

Know Yourself

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

maribelajar.net