Semua Orang Adalah Pemenang

Lukmanul Hakim Rambe

Narasumber: Lukmanul Hakim Rambe

“Semua orang yang sudah mencoba untuk submit pasti orang-orang yang inspiratif dan punya tujuan yang jelas. Jadi kita semua pemenang, hanya saja memang momentumnya jatuh kepada saya hari ini.”

Lukmanul Hakim Rambe

Salah satu peserta yang masuk TOP4 Fully Funded Batch II Comparative Study 2020 adalah Lukmanul Hakim Rambe. Motivasinya mengikuti kegiatan ini ada 2 hal, selain karena memiliki minat dalam mengembangkan bisnis yang bertujuan untuk memberikan platform pekerjaan bagi para mahasiswa desain di Indonesia dengan para pendiri startup/pemilik usaha kecil, ia juga hendak menantang diri untuk pertama kalinya mengikuti konferensi internasional di luar negara Indonesia. Ia beberapa kali mengikuti kegiatan kaliber internasional yang diselenggarakan di Indonesia dan hal ini  membuatnya selalu menjadi subjek yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada turis, sedangkan ia mengaku belum pernah berada di posisi yang diperkenalkan. “Saya berharap melalui kegiatan ini, saya dapat memperluas pola pikir saya dan membuka pengetahuan baru yang dapat menjadi inspirasi bagi desain saya kedepannya, sekaligus menjadi platform untuk mencari usaha pembanding yang telah terimplementasi, sehingga dapat saya terapkan pada bisnis saya,” ungkapnya.

Satu hal yang membuat mahasiswa Institut Teknologi Bandung ini sangat tertarik mengikuti kegiatan Comparative Study adalah karena ini menjadi tempat berkumpulnya anak muda Indonesia yang menginspirasi dan beritikad baik untuk membangun Indonesia. Perkumpulan multidisiplin yang menginspirasi ini selalu memancing atensinya untuk bergabung. Haus akan ide-ide baru sekaligus senang untuk membuka relasi baru membuatnya terpikir adanya potensi kolaborasi di masa depan. Lukman menyampaikan, “Perkumpulan seperti ini juga membangun positivisme diri terhadap masa depan Indonesia, melihat banyaknya potensi anak muda berbakat yang lahir di negeri seribu pulau ini, yang mencerminkan bahwa Indonesia berada di bawah tangan penerus yang dapat dipercaya.”

Dalam proses seleksi, mahasiswa semester 8 ini mengungkapkan di lihat dari konteks tantangan, bentuk pertanyaan yang diberikan sudah baik, namun “kurang menjebak”, jadi banyak pertanyaan yang bisa di jawab dengan jawaban “aman”, seperti kurang mengeksplor kemampuan dan problem solving setiap pesertanya.

Ia mengaku pertama kali mendapat informasi program ini dari insta story teman yang kebetulan suka saling share kalau ada kegiatan lomba menarik. Ia merasa bersyukur, apalagi ini menjadi pengalaman pertama trip keluar negeri dan punya “purpose”, tidak sekedar hiburan semata. “Aku yakin sebenarnya semua orang yang udah mencoba untuk submit pasti orang-orang yang inspiratif dan punya tujuan yang jelas. Jadi kita semua pemenang, hanya saja memang momentumnya lagi jatuh ke saya aja hari ini,” tegasnya.

Melihat cepatnya pergerakan informasi sekarang, membuat ilmu pengetahuan menjadi hal yang murah untuk di dapat. Namun, untuk menjadi seorang profesional, kita harus terdidik juga melalui pengalaman. Keberadaan acara seperti ini mewadahi kami anak muda agar memiliki pengalaman. “Melalui kombinasi ilmu dan pengalaman inilah akhirnya dapat terbentuk suatu skill yang solid pada satu individu yang tidak hanya mencakup pemahaman konsep tapi juga mengerti aplikasi, sehingga kedepannya bisa saling berbagi,” tambahnya.

Leave a Comment