Introvert Bisa Ikut Program Comparative Study di ASEAN

 

Narasumber: Devita Theodora Prawira  

“Bagi seorang introvert bisa banget mengikuti Comparative Study, karena pengalaman itu lebih berharga daripada cuma nurutin ego/nyamannya diri sendiri.”

Satu lagi kisah inspiratif datang dari Devita Theodora. Mahasiswa yang duduk di semester 6 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Airlangga Orchestra sebagai pengurus yakni Steering Committee sekaligus playernya.

Devita memainkan viola di UKM Airlangga Orchestra. Ia menyukai musik dan main viola sejak SD, dan sering main musik juga saat di Jakarta. Karena merantau ke Surabaya, ia pun mencari wadah supaya tetap bisa menyalurkan kesukaannya itu. Lewat bakatnya yang luar biasa itulah, Devita banyak mengikuti konser-konser orchestra. Di Jakarta 1x saat SMP dan Indonesia Symphony Concert Orchestra (ISCO), 2x konser dengan UKM Airlangga Orchestra, dan nanti pada 19 April 2020 yang ketiga, juga pernah mengikuti orchestra dari Addie MS di Jakarta.

Sempat mengikuti program Comparative Study, Devita mengaku mendapat info program itu dari temannya. Dan termotivasi untuk mengikutinya. Awalnya, ia mengikuti program fully funded namun tidak lolos, dan tidak masuk juga ke top 100. Namun karena keinginan besar untuk ikut, akhirnya ia mendaftar program self funded. Devita menceritakan bagaimana ia mengikuti Comparative Study mulai dari persiapan memperpanjang paspor sampai hari keberangkatan. “Persiapan pertama aku perpanjang paspor dulu ke Jakarta. Setelah itu persiapan barang-barang, mastiin kopernya gak ngelebihin batas kabin dan ketentuan-ketentuan lain. Dan penting juga baca rundown biar gak kaget dengan jadwalnya. Dan terakhir aku siapin mental dan semangat biar enjoy,” jelasnya.

Walalupun tidak lolos fully funded, Devita tetap menggerakkan hati untuk ikut program Comparative Study melalui self funded karena niat awal yang ingin mencari pengalaman. Apalagi harganya buat ke 3 negara itu yang mana udah termasuk konsumsi dan akomodasi menurut aku jauh banget kalau berangkat sendiri, jadi emang karena ingin banget ke luar negeri dengan harga segitu,” tambahnya.

Motivasi terbesarnya adalah ingin keluar dari zona nyaman. Ia pribadi tidak begitu nyaman bertemu orang baru apalagi dalam jumlah yang banyak. “Tapi aku mikir kalau ngga keluar dari circle-ku sendiri, aku ngga bakal dapet pengalaman yang baru, apalagi ini ke luar negeri pasti bener-bener banyak yang bisa di dapatkan dari segi apapun seperti sosial, tanggung jawab, disiplin, dll),” ungkapnya.

Devita mengaku kalau dirinya merupakan seorang introvert. “Iya aku introvert, kalau ketemu banyak orang makin lama capek dan energinya cepet terkuras. Tapi kalau cuma segelintir orang kayak pas di belakang main undercover malah seneng karena lingkupnya kecil dan pasti udah nyambung obrolannya, jadi ngga capek menyesuaikan dirinya,” terangnya.

Ia juga berbagi tips dan manfaat mengikuti program Comparative Study ini. Bagi teman-teman yang mengaku introvert jangan merasa ragu, tipsnya adalah jangan pernah berpikir negatif seperti bagaimana nanti saat bertemu orang banyak, namun lebih banyak berpikir hal positif dari pengalaman yang akan di dapat. Dan setelah mengikuti Comparative Study benar-benar berguna sekali, “Manfaatnya tentu saja yang ke MaGIC itu guna banget, benar-benar tahu gimana dan apa saja yang dibutuhin buat startup, seenggaknya untuk memunculkan idenya, tahu harus mikirin akarnya dari mana, dan juga sosialisasi karena pasti makin banyak teman dan beneran bisa ke tempat wisata luar negeri,” pungkasnya.

 

Leave a Reply